News Update :
Showing posts with label Tugas Pelajar. Show all posts
Showing posts with label Tugas Pelajar. Show all posts

Pengertian Motivasi

Penulis : kumpulan karya tulis ilmiah on Wednesday, December 21, 2016 | 8:50 PM

Wednesday, December 21, 2016

Majunya suatu perusahaan tergantung pada pemberian motivasi terhadap karyawan, pemberian motivasi karyawan merupakan kewajiban seorang pimpinana perusahaan, agar disiplin kerja karyawan meningkat perusahaan dapat memberikan motivasi yang cukup. Dengan pemberian motivasi tersebut para karyawan bekerja dengan segala daya dan upaya. 

Motivasi, menurut Manulang (2004:165), adalah : Daya perangsang atau daya pendorong, yang merangsang mendorong pegawai untuk mau bekerja dengan segiat-giatnya berbeda antara pegawai yang satu dengan yang lainnya. Maksud perbedaan disini adalah disebabkan perbedaan motif, tujuan dan kebutuhan dari masing-masing pegawai untuk bekerja, juga oleh karena perbedaan waktu dan tempat. 

Penerapan motivasi dalam suatu perusahaan, akan tergantung bagaimana pendapat atau kepercayaaan pimpinan perusahaan yang bersangkutan dalam usaha mengatur para bawahan agar mau bekerja dengan baik. Oleh karena itu, sebelum memutuskan motivasi apa yang akan diterapkan, pimpinan perusahaan harus benar-benar mempertimbangkan segala sesuatunya. 

Dengan menyatakan bahwa pimpinan perusahaan memotivasi bawahan berarti mereka melakuakan hal-hal yang diharapkan dapat memuaskan dorongan bagi bawahan untuk bertindak sesuai dengan yan diinginkan. 

Meskipun motivasi mencerminkan keinginan, motivasi merupakan persepsi seseorang atas imbalan atau ganjaran, yang memperkuat dorongan memenuhi keinginan tersebut. 

Motivasi merupakan suatu proses psikologi yang mencerminkan antara sikap, kebutuhan, persepsi dan keputusan yang terjadi pada diri sendiri dan motivasi merupaka sebuah proses psikologi yang timbul karena diakibatkan oleh faktor-faktor dari dalam maupun dari luar, hal ini timbul karena rangsangan atau insentif. 

Dalam motivasi material ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan bagi usaha peningkatan kreativitas kerja bawahan. Menurut Siagian (2008:67) jenis-jenis dari motivasi material itu ada 6 yaitu : 

1. Kenaikan Gaji 
Seorang karyawan yang merasakan gajinya kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya cenderung menginginkan penghasilan yang lebih baik untuk menutupi kekurangan yang terjadi. Apabila seorang karyawan di motivasi dengan memberikan kenaikan gaji apabila hasil kerjanya meningkat dan memuaskan, maka ia akan berusaha untuk meningkatkan gaji yang di inginkannya. 

2. Kompensasi 
Kompensasi yaitu segala sesuatu yang diterima oleh pegawai sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Besar kecilnya kompesasi merupakan pencerminan atau ukuran nilai pekerjaan karyawan itu sendiri. Sebaliknya besar kecilnya kompensasi dapat mempengaruhi kerja. 

3. Piece Work 
Yaitu pemberian motivasi yang biasa digunakan untuk mendorong para karyawan meningkatkan produktivitas kerjanya dengan jalan memberikan insentif financial berdasarkan jumlah hasil pekerjaan karyawan yang dinyatakan dalam unit produksi, maksudnya makin besar banyaknya unit yang mereka hasilkan maka semakin tinggi pula insentif yang diterimanya. 

4. Pemberian bonus 
Insentif dalam bentuk bonus diberikan pada karyawan yang mampu bekerja sedemikian rupa sehingga tingkat kreativitas kerja yang baku bisa terlampaui. 

5. Pemberian Komisi 
Komisi adalah upah atas jasa yang telah dilakukan perantara (seseorang atau perusahaan). 

6. Tunjangan 
Motivasi material, yang bisa dijadikan pertimbangan yaitu dengan memberikan tunjangan-tunjangan untuk keluarga pegawai ataupun tunjangan jabatan, hal ini ditujukan agar karyawan tidak perlu merasa cemas untuk memikirkan keadaan ekonomi rumah tangganya dan agar mereka lebih berkonsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaannya. 

Jenis–Jenis Motivasi 
Menurut Hasibuan (2005:149) ada dua jenis motivasi, yaitu: 
Jenis–Jenis Motivasi Menurut Hasibuan (2005:149) ada dua jenis motivasi, yaitu: 
a. Motivasi Positif 
Pimpinan memotivasi (merangsang) karyawan dengan memberikan hadiah kepada para karyawan yang berprestasi di atas prestasi standar. 

Dengan motivasi positif, semangat kerja karyawan akan meningkat karena umumnya manusia senang menerima hal yang baik-baik saja. 

b. Motivasi Negatif 
Pimpinan memotivasi para karyawan dengan memberikan suatu hukuman bagi karyawan yang prestasi kerjanya di bawah standar. Dengan motivasi negatif ini, semangat karyawan dalam jangka waktu pendek akan meningkat dikarenakan karyawan takut dihukum, tetapi untuk jangka waktu panjang dapat berakibat kurang baik. 

Dalam prakteknya, kedua jenis motivasi di atas sering digunakan oleh suatu perusahaan. Penggunaannya harus tepat dan seimbang supaya dapat meningkatkan semangat kerja karyawan. Yang menjadi masalah adalah kapan motivasi positif atau motivasi negatif dilaksanakan agar dapat merangsang kegairahan kerja sehingga prestasi kerja karyawan dapat meningkat. Motivasi positif efektif untuk jangka waktu panjang sedangkan motivasi negatif efektif untuk jangka waktu pendek. Akan tetapi, pihak pimpinan/manajer harus konsisten dan adil dalam menerapkan kedua motivasi tersebut di atas. 

Metode Motivasi 
Ada dua metode motivasi (Hasibuan, 2005:48) yaitu: 
a. Motivasi Langsung 
Motivasi langsung adalah motivasi yang diberikan secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan serta kepuasannya. Misalnya pemberian pujian, penghargaan, tunjangan hari raya, bonus, dan tanda jasa. 

b. Motivasi Tidak Langsung 
Motivasi tidak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya berupa fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunjang kelancaran tugas sehingga para karyawan betah dan bersemangat dalam melaksanakan tugas/pekerjaannya. Misalnya, kursi yang empuk, mesin-mesin yang baik, ruangan kerja yang terang dan nyaman, penempatan kerja yang tepat. Motivasi langsung besar pengaruhnya untuk merangsang semangat kerja karyawan sehingga akhirnya prestasi kerja karyawanpun meningkat. 

Alat-Alat Motivasi 
Alat-alat motivasi (daya perangsang) yang diberikan kepada karyawan dapat berupa material incentive dan nonmaterial incentive (Hasibuan, 2005:48). 

a. Material Incentive 
Material incentive adalah motivasi yang bersifat materiil sebagai imbalan atas prestasi kerja karyawan. Yang termasuk dalam material incentive adalah yang berbentuk uang dan barang-barang. 

b. Nonmaterial Incentive 
Nonmaterial Incentive adalah motivasi yang tidak berbentuk mateiil. Yang termasuk dalam nonmaterial incentive adalah perlakuan yang wajar, penempatan kerja yang tepat, dan hal lain yang sejenis. 

Asas-Asas Motivasi 
Menurut Hasibuan (2005:145), asas-asas motivasi mencakup dalam limabagian yaitu asas mengikutsertakan, asas komunikasi, asas pengakuan, asas wewenang yang didelegasikan, dan asas perhatian timbal balik. 

a. Asas Mengikutsertakan 
Asas mengikutsertakan maksudnya adalah mengajak karyawan untuk ikut berpartisipasi dan memberikan kesempatan kepada karyawan mengajukan ide, kritikan, dan rekomendasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan cara ini, karyawan merasa ikut bertanggungjawab atas pencapaian tujuan perusahaan sehingga moral dan kegairahan kerja karyawan semakin meningkat. 

b. Asas Komunikasi 
Asas komunikasi maksudnya adalah menginformasikan secara jelas tentang tujuan yang ingin dicapai, cara pelaksanaannya, dan kendala yang dihadapi. Dengan asas komunikasi, motivasi karyawan akan meningkat. Sebab semakin banyak seseorang mengetahui suatu, semakin besar pula minat dan perhatiannya terhadap soal tersebut. 

c. Asas Pengakuan 
Asas pengakuan maksudnya adalah memberikan penghargaan yang tepat dan wajar kepada karyawan atas prestasi kerja yang telah dicapainya. Karyawan akan semakin rajin dan lebih bekerja keras, jika usaha-usaha yang telah mereka laksanakan diberi penghargaan sehingga para karyawan merasa sebagai bagian penting dalam perusahaan. 

d. Asas Wewenanang yang Didelegasikan 
Yang dimaksud dengan asas wewenang yang didelegasikan adalah mendelegasikan sebagian wewenang serta kebebasan untuk mengambil keputusan dan berkreatifitas. Dalam pendelegasian wewenang ini, pihak pimpinan/manajer harus meyakinkan bawahannya mampu dan dipercaya dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan baik. 

e. Asas Perhatian Timbal Balik 
Asas perhatian timbal balik ini adalah memotivasi bawahan dengan mengemukakan keinginan atau harapan perusahaan di samping berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan karyawan. Misalnya, pimpinan meminta supaya karyawan meningkatkan prestasi kerjanya sehingga perusahaan memperoleh laba yang banyak. Apabila laba semakin banyak, maka balas jasa mereka akan dinaikkan. 


Teori Motivasi 
Teori Motivasi Maslow Teori Maslow ini sering disebut dengan hirarki kebutuhan. Menurut Maslow, pada umumnya terdapat lima kebutuhan manusia sebagai berikut: 

a. Kebutuhan Aktualisasi Diri Kebutuhan aktualisasi diri. 
Kebutuhan aktualisasi diri artinya senantiasa percaya pada iri sendiri. Kebutuhan aktualisasi inilah merupakan kebutuhan puncak. Bentuk khusus kebutuhan ini akan berbeda-beda setiap individu. Contoh: pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri antara lain membesarkan anak-anak dengan baik dan memiliki pendidikan tinggi, berhasil mengatur sebuah perusahaan dengan tercapainya tujuan organisasi/perusahaan, atau dipilih menjadi pejabat tinggi. 

b. Kebutuhan Fisik 
Kebutuhan fisik (Phsycological Needs) ini merupakan kebutuhan pertama dan utama yang wajib dipenuhi oleh tiap individu. Yang termasuk dalam tingkatan ini antara lain oksegen, pangan, minuman, istirahat, dan lain sebagainya. 

c. Kebutuhan Akan Keamanan
Kebutuhan akan keamanan (Safety Needs). Tiap individu mendambakan keamanan bagi dirinya. setelah kebutuhan pertama (kebutuhan fisik) terpenuhi, timbul perasaan perlunya pemenuhan kebutuhan keamanan. Contoh sederhana, jika orang telah memiliki rumah, maka untuk dapat merasakan aman dari gangguan penjahat, maka dibangun pagar. 

d. Kebutuhan Sosial 
Kebutuhan Sosial (Social Needs). Tiap manusia senantiasa merasa perlu pergaulan dengan sesame manusia lainnya. selama hidup, manusia tidak akan mungkin bisa lepas dari bantuan pihak lainnya. walaupun sudah terpenuhi kebutuhan pertama dan kedua (kebuthan fisik dan kebuthan keamanan), jika ia tidak dapat bergaul dengan pihak lain, maka pasti ia akan merasakan gelisah dalam hidupnya. 

e. Kebutuhan Akan Penghargaan 
Kebutuhan akan penghargaan. Setiap manusia pasti akan mendambakan penghargaan dari pihak lain. Yang termasuk dalam kebutuhan ini antara lain kebutuhan akan status, pengakuan, apresiasi terhadap dirinya, dan respek/tanggapan yang diberikan oleh pihak lain. Untuk memenuhi kebutuhan ini, maka seseorang akan berusaha melakukan pekerjaan/kegiatan yang memungkinkan ia mendapatkan penghormatan/penghargaan dari orang lain. 

Indikator-indikator Motivasi 
Menurut Maslow yang dikutip Hasibuan (2003), menjelaskan bahwa motivasi kerja karyawan dipengaruhi oleh kebutuhan fisik, kebutuhan akan keamanan dan keselamatan, kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Kemudian dari faktor kebutuhan tersebut diturunkan menjadi indicator-indikator untuk mengetahui motivasi kerja karyawan, yaitu: 
  1. Fisiologis atau kebutuhan fisik, ditunjukkan dengan pemberian gaji yang layak kepada pegawai, pemberian bonus, uang makan, uang transportasi, fasilitas perumahan dan lain sebagainya. 
  2. Keamanan, ditunjukkan dengan fasilitas keamanan dan keselamatan kerja yang diantaranya seperti adanya jaminan sosial tenaga kerja, dana pension, tunjangan kesehatan, asuransi kesehatan, dan perlengkapan keselamatan kerja. 
  3. Sosial, ditunjukkan dengan melakukan interaksi dengan orang lain, yang diantaranya dengan menjalin hubungan kerja yang harmonis, kebutuhan untuk diterima dalam kelompok dan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai.
  4. Penghargaan, ditunjukkan dengan pengakuan dan penghargaan berdasarkan dengan kemampuan, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh karyawan lain dan pimpinan terhadap prestasi kerjanya.
  5. Aktualisasi diri, ditunjukkan dengan sifat pekerjaan yang menarik dan menantang, dimana karyawan tersebut akan mengerahkan kecakapannya, kemampuan, keterampilan, dan potensinya. Dalam pemehuhan kebutuhan ini dapat dilakukan oleh perusahaan dangan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan.
komentar | | Read More...

Dimensi Kesejahteraan Psikologis adalah

Penulis : kumpulan karya tulis ilmiah on Saturday, November 26, 2016 | 2:02 AM

Saturday, November 26, 2016

Ryff (1989) mengemukakan bahwa konsep kesejahteraan psikologis terdiri dari enam dimensi yaitu: dimensi penerimaan diri (self-acceptance), hubungan yang positif dengan orang lain (positive relation with others),otonomi (autonomy), penguasaan lingkungan (environmental mastery), tujuan hidup (purpose life) dan pertumbuhan diri (personal growth). 

a. Penerimaan Diri (Self Acceptance)
Dimensi ini di artikan sebagai karakteristik utama dari kesehatan mental, kematangan, berfungsi secara optimal dan aktualisasi diri : 

Dimensi penerimaan diri ini berkenaan dengan sikap individu terhadap diri sendiri dan mengenai kehidupannya di masa lalu, serta menunjukkan sikap dalam memandang kekurangan dan kelebihan dengan segala batasan-batasan yang dimiliki dalam dirinya. Individu yang memiliki tingkat penerimaan diri yang baik ditandai dengan sikap yang positif terhadap diri sendiri, menerima dan mengetahui segala aspek yang ada pada dirinya, baik kelebihan dan kekurangan yang ia punya serta juga memiliki sikap yang positif terhadap kehidupan di masa lalu. Sebaliknya, individu yang memiliki penerimaan diri yang kurang baik akan memiliki perasaan tidak puas terhadap diri sendiri dan kehidupan masa lalunya, kecewa terhadap apa yang terjadi di masa lalu serta keinginan untuk tidak menjadi dirinya.

b. Hubungan Positive dengan Orang Lain (Positive Relations with Others)
Dimensi ini ditandai dengan adanya hubungan yang hangat, saling percaya dengan orang lain, memuaskan, serta memungkinkan untuk timbulnya empati dan intimasi. Individu yang memiliki hubungan positive yang baik dengan orang lain ditandai dengan memiliki hubungan yang hangat pada orang lain, memuaskan dan saling percaya dengan orang lain, mampu menunjukkan rasa empati, rasa sayang, memiliki perhatian terhadap kesejahteraan orang lain, dan menerima dalam hubungan sesama manusia. Sebaliknya, individu yang hanya memiliki sedikit hubungan dekat dengan orang lain akan susah untuk bersikap hangat pada orang lain, tidak terbuka dan memberikan sedikit perhatian terhadap orang lain berarti memiliki tingkatan yang kurang baik dalam dimensi ini.

c. Otonomi (Autonomy)
Dimensi ini mencerminkan individu yang memiliki sikap kemandirian, kekukuhan terhadap standar tersendiri dan kemampuan untuk menentukan tindakan sendiri tanpa dibebankan oleh tekanan sosial. Ciri ciri individu yang menunjukkan terpenuhinya dimensi otonomi adalah mandiri serta tidak terbebani oleh tekanan sosial dalam berpikir dan bertindak. Namun individu yang terlalu memikirkan pendapat orang lain dan bergantung pada orang lain untuk mengambil keputusan akan menandakan bahwa individu tersebut belum memiliki tingkat otonomi yang baik.

d. Penguasaan Lingkungan (Environmental Mastery)
Dimensi ini ditandai dengan kemampuan individu untuk memilih atau menghasilkan lingkungan yang cocok atau untuk mengatur lingkungan yang kompleks. Individu yang baik dalam dimensi ini ditandai dengan individu yang memiliki kemampuan untuk memilik dan menciptkan sebuah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai pribadinya dan memanfaatkan secara maksimal sumber-sumber peluang yang ada dilingkungannya. Individu juga akan mampu menggembangkan dirinya secara kreatif yang melalui aktivitas fisik maupun mental. Sebaliknya, jika inidvidu kurang dapat menguasai lingkungannya akan mengalami kesulitan mengatur kegiatan sehari hari, merasa tidak mampu untuk mengubah atau meningkatkan apa yang ada diluar dirinya.

e. Tujuan Hidup (Purpose in Life)
Dimensi ini menekankan pada pentingnya memiliki tujuan.
Dimensi ini juga menggambarkan seorang individu yang memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan tersebut. Individu yang memiliki tujuan hidup yang baik akan memiliki target dan cita cita serta merasa bahwa baik kehidupan dimasa lalu dan sekarang memiliki makna tertentu. Individu juga akan mampu memegang teguh kepercayaan tertentu yang dapat membuat hidupnya lebih berarti. Sebaliknya, individu yang kurang memaknai hidup, tidak memiliki tujuan dalam hidup, tidak melihat adanya manfaat dari masa lalu dan kurang
memiliki tujuan hidup yang baik.

f. Pertumbuhan Diri (Personal Growth)
Dimensi ini meliputi potensi yang dimiliki oleh individu yang berkaitan dengan perkembangan diri secara berkelanjutan dan keterbukaan terhadap pengalaman-pengalaman baru. Individu yang memiliki nilai positif dalam dimensi ini akan memiliki keinginan untuk terus berkembangan, mengalami perubahan dalam sikap maupun  tingkah laku kearah yang positif dari waktu ke waktu dan menyadari potensi-potensi yang ia miliki. Sebaliknya, individu yang memiliki kekurangan dalam dimensi ini akan memandang dirinya sebagai seorang yang tidak dapat berkembang, tidak merasakan adanya potensi yang positif dalam dirinya.
komentar | | Read More...

Bagian tubuh manusia dalam bahasa inggris

Penulis : kumpulan karya tulis ilmiah on Wednesday, October 5, 2016 | 5:16 AM

Wednesday, October 5, 2016

NAMA BAGIAN TUBUH DALAM BAHASA INGGRIS
PART OF THE BODY

A. Bagian Kepala (Head)
1. Rambut (Hair)
2. Jidat / Dahi (Forehead)
3. Bola Mata (Eyeball)
4. Wajah (Face)
5. Alis (Eyebrow)
6. Telinga (Ear)
7. Kelopak Mata (Eyelid)
8. Bulu Mata (Eyelash)
9. Hidung (Nose)
10. Lubang Hidung (Nostril)
11. Lesung Pipi (Dimple)
12. Pipi (Cheek)
13. Dagu (Chin)
14. Kumis (Mustache)
15. Jenggot (Beard)
16. Mulut (Mouth)
17. Lidah (Tongue)
18. Gigi (Tooth)
19. Bibir (Lip)
20. Gusi (Gum)

B. Bagian Badan Atas (Upper Body)
1. Leher (Neck)

2. Jakun (Adam's Apple)
3. Pundak / Bahu (Shoulder)
4. Tenggorokan (Throat)
5. Dada (Chest)
6. Perut (Stomach)
7. Udel / Pusar (Belly Button)
8. Punggung (Back)
9. Puting (Nipple)
10. Payudara (Breast)
11. Rusuk / Iga (Rib)

C. Bagian Badan Bawah (Lower Body)
1. Pinggang (Waist)
2. Panggul (Hip)
3. Bokong / Pantat (Ass)
4. Kemaluan (Genitals)
5. Kemaluan Laki-Laki (Penis)
6. Kemaluan Perempuan (Vagina)
7. Dubur (Rectum / Anus)
8. Buah Pelir (Testicles)

D. Bagian Tangan (Hand)
1. Ketiak (Armpit)
2. Lengan Atas (Upperarm)
3. Siku (Elbow)
4. Lengan Bawah (Forearm)
5. Telapak Tangan (Palm)
6. Ibu Jari / Jempol (Thumb)
7. Jari Telunjuk (Fore Finger)
8. Jari Tengah (Middle Finger)
9. Jari Manis (Ring Finger)
10. Jari Kelingking (Little Finger)
11. Bulu Ketek (Underarm Hair)
12. Kuku (Nail)
13. Pergelangan Tangan (Wrist)

E. Bagian Kaki (Leg)
1. Paha (Thigh)
2. Lutut (Knee)
3. Betis (Calf)
4. Mata Kaki (Angkle)
5. Telapak Kaki (Sole)
6. Punggung Kaki (Instep)
7. Tumit (Heel)
8. Jari Kaki (Toes)

F. Bagian Umum
1. Kulit (Skin)
2. Bulu (Hair)
3. Pori-Pori (Pore)

G. Bagian Dalam
1. Otak (Brain)
2. Darah (Blood)
3. Daging (Flesh)
4. Tulang (Bone)
5. Otot (Muscle)
6. Usus (Gut)
7. Jantung (Heart)
8. Paru-Paru (Lungs)
9. Lambung (Gastric)
10. Ginjal (kidney)
11. Hati (Liver)
12. Pankreas (Pancreas)
Gambar 

komentar | | Read More...

STRATEGI MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA

Penulis : kumpulan karya tulis ilmiah on Friday, September 23, 2016 | 6:35 AM

Friday, September 23, 2016

Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat ketekunan dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi internal) maupun dari luar individu (motivasi eksternal). Motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan tentang pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi seseorang untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh individu organisasi. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki seseorang akan banyak menentukan kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya.
Seperti yang telah dikemukakan, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk dalam faktor internal adalah (a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri; (b) harga diri; (c) harapan pribadi; (d) kebutuhan; (e) keinginan; (f) kepuasan kerja; dan (g) prestasi kerja yang dihasilkan. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain: (a) jenis dan sifat pekerjaan; (b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung; (c) organisasi tempat bekerja; (d) situasi lingkungan pada umumnya; dan (e) sistem imbalan yang berlaku serta cara penerapannya.
Motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang atau motif mempunyai dua unsur, yaitu berupa daya dorong untuk berbuat dan sasaran atau tujuan yang akan diarahkan oleh perbuatan itu. Dua unsur inilah yang membuat seseorang mau melakukan kegiatan dan sekaligus mencapai apa yang dikehendaki melalui kegiatan tersebut. Dan kedua unsur tersebut tidak dapat dipisahkan, karena bila salah satu unsur tidak ada maka tidak akan timbul suatu kegiatan.
Sumber dari motivasi kerja diantaranya adalah adanya kesempatan untuk berkembang, jenis pekerjaan yang dilakukan, serta adanya perasaan bangga menjadi bagian dari organisasi dimana seseorang tersebut bekerja. Di samping itu, motivasi kerja juga dipengaruhi oleh perasaan aman dalam bekerja, gaji yang adil dan kompetitif, lingkungan kerja yang menyenangkan, penghargaan atas prestasi kerja, serta perlakuan yang adil dari pimpinan.
Dalam suatu organisasi formal, motivasi merupakan tugas seorang pimpinan untuk membuat karyawan melakukan apa yang harus dilakukan. Pimpinan dapat memotivasi karyawan dengan berbagai cara, diantaranya:
1)      Menginspirasi, yaitu dengan memasukkan semangat ke dalam diri orang agar bersedia melakukan sesuatu dengan efektif. Orang diinspirasi melalui kepribadian pimpinan, keteladanannya, dan pekerjaan yang dilakukannya secara sadar atau tidak sadar.
2)      Mendorong, yaitu dengan merangsang orang untuk melakukan apa saja yang harus dilakukan melalui pujian, persetujuan dan bantuan.
3)      Mendesak, yaitu membuat orang merasa harus melakukan apa yang harus dilakukan dengan sesuatu cara, termasuk paksaan, kekerasan dan ancaman jika perlu. Namun, motivasi jenis ini sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman dan bersifat negatif karena karyawan bekerja disebabkan adanya paksaan tanpa ada motif dari dirinya sendiri.

Beberapa usaha yang dapat dilakukan oleh pimpinan dalam menumbuhkan motivasi untuk meningkatkan semangat kerja karyawan, diantaranya:
  • Memberikan kepada karyawan keterangan yang mereka perlukan untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan baik;
  • Memberikan kesempatan umpan balik secara teratur;
  • Meminta masukan dari karyawan dan melibatkan mereka di dalam keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka;
  • Membuat saluran komunikasi yang mudah dipergunakan, sehingga karyawan dapat menggunakannya untuk mengutarakan pertanyaan/kehawatiran mereka dan memperoleh jawaban;
  • Belajar dari para karyawan itu sendiri apa yang memotivasi mereka;
  • Menghargai karyawan karena pekerjaan mereka yang baik secara umum;
  • Terus menerus memelihara hubungan dengan karyawan yang dbawahi;
  • Memberi selamat secara pribadi kepada karyawan yang melakukan pekerjaan dengan baik;
  • Kenalilah kebutuhan-kebutuhan pribadi karyawan karena karyawan akan lebih terdorong untuk bekerja bagi perusahaan yang memperhatikan keperluan pribadinya;
  • Menulis memo secara pribadi kepada karyawan tentang hasil kinerja mereka;
  • Memastikan apakah karyawan mempunyai sarana kerja yang terbaik;
  • Memberi karyawan satu pekerjaan yang baik untuk dikerjakan dan pimpinan harus memperlihatkan kepada karyawan bagaimana mereka dapat berkembang dan memberi kesempatan untuk mempelajari kemampuan-kemampuan baru;
  • Membantu berkembangnya rasa “bermasyarakat” sehingga karyawan akan merasa betah di dalamnya;
  • Gajilah karyawan secara bersaing berdasarkan apa yang mereka kerjakan;
  • Menawarkan “pembagian keuntungan” (profit sharing) kepada karyawan.

Cara efektif untuk meningkatkan kembali motivasi karyawan

1. Pendekatan secara personal
Kepekaan dalam membaca situasi seperti ini dibutuhkan dalam diri seorang pimpinan atau pemilik usaha, bisa saja karyawan maupun bawahan yang dibebani dengan berbagai macam target menemukan kesulitan menyelesaikan tugas mereka. Lakukan pendekatan secara personal, ajak karyawan atau bawahan tersebut bicara dan ciptakan suasana yang lebih santai.
Cari tahu dan tanyakan apakah kesulitan atau kendala-kendala yang mereka rasakan dalam bekerja, dan jangan lupa berikan masukan serta solusi yang bisa membantu karywan atau bawahan tersebut menemukan cara terbaik dalam menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

2. Memberikan bahan kerja yang baru untuk penyegaran
Sebagai seorang pimpinan tidak hanya bisa memberikan solusi kepada bawahan atau karyawan, namun Anda juga harus bisa membangkitkan semangat serta memberikan penyegaran agar motivasi dalam bekerja kembali mereka dapatkan.
Selain memperbaharui materi atau bahan dalam bekerja, berikan juga kegiatan yang menyenangkan seperti berwisata bersama atau aktifitas lainnya yang jauh berbeda dari rutinitas ditempat kerja selama ini. Sudah pasti otak kita juga perlu direfresh dan diberikan waktu untuk sejenak istirahat agar bisa kembali bekerja dengan baik.

3. Training secara reguler
Memberikan training, karena sesi ini bisa untuk memberikan motivasi yang sempat hilang dari dalam diri mereka. Agar training bisa berjalan dengan efektif lakukanlah secara reguler, bahkan bila perlu gunakan tenaga dari Trainer Professional yang bisa mengubah mindset karyawan menjadi lebih baik hingga semangat dalam diri mereka kembali muncul.


4. Penuhi semua hak karyawan
Untuk mencapai goal, sebagai pemilik ataupun pimpinan Anda sudah pasti memberikan target kepada bawahan sesuai dengan keahlian dan bidang mereka masing-masing. Agar mereka bisa bekerja dengan baik dan maksimal jangan melupakan hak mereka agar motivasi mereka untuk bekerja di perusahaan Anda tetap bisa dipertahankan.
Karena bawahan atau karyawan bukan hanya dituntut untuk bekerja sesuai keinginan perusahaan, tetapi harus ada tercipta simbios mutualisme atau kerja sama yang saling memberikan keuntungan pada kedua belah pihak.

5. Berikan bonus & penghargaan untuk karyawan yang berprestasi
Setiap kualitas itu pasti ada harganya, begitu juga dengan karyawan atau bawahan yang memilikikinerja bagus. Sudah selayaknya mereka diberikan bonus atas prestasi yang berhasil ia lakukan dalam bekerja.
Bisa berbentuk uang, bukan tidak mungkin hal tersebut akan membuat karyawan akan bekerja lebih bersemangat agar kembali bisa mendapatkan bonus yang lebih besar lagi. Dan juga perlu diingat bahwa motivasi bukan hanya dengan ucapan atau tulisan yang diberikan kepada karyawan, bisa juga dalam bentuk materi.
Itulah beberapa cara mudah dan efektif meningkatkan motivasi kerja karyawan yang bisa Anda terapkan. Maju pesat dan berkembangnya sebuah usaha ataupun perusahaan tidak hanya diawali dengan berhasil menerapkan fungsi ilmu manajemen SDM dalam rekrutmen karyawan. 

Tetapi akan terus berlanjut dengan keberhasilan dalam mengelola sumber daya manusia yang telah bekerja dalam perusahaan tersebut. Maka dari itu apabila karyawan memiliki motivasi diri, mereka akan lebih mudah menjalankan tugasnya dan bisa menjadi lebih professional yang tentunya akan berimbas baik terhadap perusahaan itu sendiri.
komentar | | Read More...

Jenis-jenis Berita

Penulis : kumpulan karya tulis ilmiah on Monday, September 21, 2015 | 8:19 AM

Monday, September 21, 2015

Definisi Berita  : Kata “berita” sendiri berasal dari kata sangsekerta, vrit (ada atau terjadi) atau vritta (kejadian atau peristiwa). Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan, Berita adalah “laporan tercepat mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat”.Berita dalam bahasa Inggris disebut News. Dalam The Oxford Paperback Dictionary terbitan Oxford University Press (1979), news diartikan sebagai “informasi tentang peristiwa terbaru”. 

Adapun definisi berita yang dikemukakan para pakar komunikasi dan jurnalistik adalah sebagai berikut: 
  • Berita adalah suatu kenyataan atau ide yang benar dan dapat menarik perhatian sebagian besar pembaca (Dean M Lyle Spencer). 
  • Berita adalah sesuatu yang terkini (baru) yang dipilih oleh wartawan untuk dimuat dalam surat kabar sehingga dapat menarik atau mempunyai makana dan dapat menarik minat bagi pembaca (Willard C. Bleyer). 
  • Berita adalah sesuatu penuturan secara benar dan tidak memihak dari fakta yang punya arti penting dan baru terjadi, yang dapat menarik perhatian pembaca surat kabar yang memuat hal tersebut (William S. Maulsby). 
  • Berita adalah laporan pertama dari kejadian penting dan dapat menarik perhatian umum (Eric C. Hepwood). 
  • Berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca serta menyangkut kepentingan mereka (Micthel V. Charnley). (Romli, 2003 ; 35) 
Sedangkan menurut The New Glorier Webster International Dictionary, berita adalah: 
  1. Informasi hangat tentang sesuatu yang telah terjadi, atau tentang sesuatu yang belum diketahui sebelumnya. 
  2. Berita adalah informasi yang disajikan oleh media semisal surat kabar, radio dan televisi. 
  3. Berita adalah sesuatu atau seseorang yang dipandang oleh media merupakan subjek yang layak untuk diberitakan. 
(Hikmat, Purnama Kusumaningrat, 2005 : 39) 

Jenis-jenis Berita 
Ada sejumlah jenis berita yang dikenal di dunia jurnalistik, yang paling popular dan menjadi menu utama surat kabar adalah : 

1. Berita Langsung 
Berita langsung (straight news) adalah laporan peristiwa yang ditulis secara singkat, padat, lugas, dan apa adanya. Ditulis dengan gaya memaparkan peristiwa dalam keadaan apa adanya, tanpa ditambah dengan penjelasan, apalagi interpretasi. Berita langsung dibagi menjadi dua jenis : berita keras atau hangat (hard news) dan berita lembut atau ringan (soft news). 

2. Berita Opini 
Berita opini (opinion news) yaitu berita mengenai pendapat, pernyataan, atau gagasan seseorang, biasanya pendapat para cedekiawan, sarjana, ahli, atau pejabat, mengenai suatu perisriwa. 

3. Berita Interpretatif 
Berita interpretaif (interpretative news) adalah berita yang dikembangkan dengan komentar atau penilaian wartawan atau nara sumber yang kompeten atas berita yang muncul sebelumnya sehingga merupakan gabungan antara fakta dan interpretasi. Berawal dari informasi yang dirasakan kurang jelas atau tidak lengkap arti dan maksudnya. 

4. Berita Mendalam
Berita mendalam (depth news) adalah berita yang merupakan pengembangan dari berita yang sudah muncul, dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan. Bermula dari sebuah berita yang masih belum selesai pengungkapannya dan bisa dilanjutkan kembali (follow up system). Pendalaman dilakukan dengan mencari informasi tambahan dari nara sumber atau berita terkait. 

5. Berita Penjelasan 
Berita penjelasan (explanatory news) adalah berita yang sifatnta menjelaskan dengan menguraikan sebuah peristiwa secara lengkap, penuh data. Fakta diperoleh dijelaskan secara rinci dengan beberapa argumentasi atau pendapat penulisnya. Berita jenis ini biasanya panjang lebar sehingga harus disajikan secara bersambung dan berseri. 

6. Berita Penyelidikan 
Berita penyelidikan (investigative news) dalah berita yang diperoleh dan dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber. Disebut pula penggalian karena wartawan menggali informasi dari berbagai pihak, bahkan melakukan penyelidikan langsung ke lapangan, bermula dari data mentah atau berita singkat. Umumnya berita investigasi disajikan dalam format tulisan feature. (Romly, 2003 : 40-46) 

Nilai Berita 
Suatu berita memiliki nilai layak berita jika didalamnya ada unsur kejelasan (clarity) tentang kejadiannya, ada unsur kejutannya (surprise), ada unsur kedekatannya (proximity) secara geografis, serta ada dampak (impact) dan konflik personalnya. 

Tetapi, kriteria tentang nilai berita ini sekarang sudah lebih disederhanakan dan disistimatiskan sehingga sebuah unsur kriteria mencangkup jenis-jenis berita yang lebih luas, dalam buku Jurnalistik Terapan Asep Syamsul M Romli (2003 ; 37), mengemukakan unsur-unsur nilai berita yang sekarang dipakai dalam memilih berita, unsur-unsur tersebut adalah : 

  1. Aktualitas, peristiwa terbaru, terkini, terhangat (up to date), sedang atau baru saja terjadi (recent events). 
  2. Faktual (factual), yakni ada faktanya (fact), benar-benar terjadi bukan fiksi (rekaan, khayalan, atau karangan). Fakta muncul dari sebuah kejadian nyata (real event), pendapat (opinion), dan pernyataan (statement). 
  3. Penting, besar kecilnya dampak peristiwa pada masyarakat (consequences), artinya, peristiwa itu menyangkut kepentingan banyak atau berdampak pada masyarakat. 
  4. Menarik, artinya memunculkan rasa ingin tahu (curiousity) dan minat membaca (interesting). Peristiwa yang biasanya menarik perhatian pembaca, disamping aktual, faktual, dan penting, juga bersifat : 
a. Menghibur, yakni peristiwa lucu atau mengandung unsur humor yang menimbulkan rasa ingin tertawa atau minimal tersenyum. 
b. Mengandung Keganjilan, peristiwa yang penuh keanehan, keluarbiasaan, atau ketidaklaziman. 
c. Kedekatan (proximity), peristiwa yang dekat baik secara geografis maupun emosional. 
d. Human Interest, terkandung unsur menarik empati, simpati atau menggugah perasaan khalayak yang membacanya. 
e. Mengandung unsur seks, yakni peristiwa yang berkaitan dengan kebutuhan biologis atau nafsu seksual manusia.
f. Konflik, pertentangan, dan ketegangan.
komentar | | Read More...

Definisi Komunikasi Massa

Definisi Komunikasi Massa :
Menurut Tan dan Wright, dalam Liliweri (1991;3) Komunikasi Massa adalah “Bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh (terpencar), sangat heterogen dan menimbulkan efek tertentu. 

Dari definisi mengenai komunikasi massa, maka penulis menyimpulkan bahwa komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang bertujuan untuk komunikasi kepada khalayak yang tersebar, heterogen dan anomin yang didalamnya ada isi pesan untuk dikomunikasikan melalui media massa yaitu media massa cetak atau elektronik, sehingga pesan yang yang disama dapat diterima secara serentak dan sesaat. 

Komunikasi massa memiliki bentuk-bentuk media massa yaitu surat kabar, majalah, radio siaran, televisi, film, komputer dan internet. secara garis besar, komunikasi massa memiliki dua fungsi yaitu: fungsi terhadap masyarakat dan fungsi terhadap individu. Menurut Lasswell dan R Charles Wright fungsi komunikasi massa terhadap masyarakat terdiri dari : 


a. Pengawasan lingkungan 

Yaitu, upaya pengumpulan dan penyebaran informasi berbagai peristiwa yang terjadi baik didalam, maupun diluar lingkungan masyarakat. Misalnya, kejadian- kejadian yang berkaitan dengan aspek-aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya, yang disampaikan melalu media massa. 

b. Korelas antar bagian dalam masyarakat terhadap lingkungan 
Meliputi interprestasi terhadap informasi dalam pencapaian konsensus yangn diinginkan. Dalam hal ini, media massa berperan sebagai penghubung setiap kejadian denga tanggapan khalayak. 

c. Sosialisasi dan pewarisan nilai-nilai 
Menujuk pada upaya transmisi dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Misalnya, media massa menyajikan program mengenai nilai-nilai pancasila, gotong royong, atau siaran-siaran perjuangan. 

d. Hiburan 
Menunjukan kepada upaya-upaya komunikatif yang bertujuan memberikan hiburan kepada khalayak luas. Misalnya, mencakup hal-hal yang bersifat seni, film, keindahan tempat-tempat wisata, musik, olahrga, atau permainan- permainan. 

Karakteristik Komunikasi Massa 
Dalam komunikasi massa terdapat juga ciri-ciri khusus yang Seperti yang dikatakan oleh Severin dan Tankard Jr dikaitkan dengan pendapat Devito, maka komunikasi massa mempunyai ciri-ciri khusus yang disebabkan oleh sifat-sifat komponennya, ciri-cirinya sebagai berikut : 

1. Komunikasi massa berlangsung satu arah 
Ini berarti bahwa tidak terdapat arus balik dari komunikan kepada komunikator, dengan kata lain perkataan komunikator tidak mengetahui tanggapan para pembacanya terhadap pesan atau berita yang disiarkan. 

2. Komunikasi pada komunikasi massa melembaga 
Yakni suatu institusi atau organisasi, oleh karena itu komunikatornya melembaga, mempunyai lebih banyak kebebasan. 

3. Pesan pada komunikasi massa bersifat umum 
Media ditujukan kepada umum dan mengenai kepentingan umum, tidak ditujukan kepada sekelompok orang tertentu. Media massa tidak akan menyiarkan suatu pesan yang tidak menyangkut kepentingan umum. 

4. Media komunikasi massa menimbulkan keserempakan 
Ciri ini merupakan yang paling hakiki dibandingkan dengan media komunikasi lainnya. 

5. Komunikasi massa bersifat heterogen 
Komunikasi adalah khalayak yang merupakan kumpulan anggota masyarakat yang terlibat dalam proses komunikasi massa sebagai sasaran yang dituju komunikator bersifat heterogen dalam keberadaannya secara terpecah-pecah, dimana satu sama lain tidak saling mengenal dan tidak memiliki kontak pribadi, masing-masing berbeda dalam berbagai hal, jenis kelaminnya, usia, agama, ideologi, pekerjaan, pendidikan, pengalaman hidup, kebudayaan, pandangan hidup, keinginan, cita-cita dan sebagainya. 

(Effendy, 2002 : 23-24) 

Ciri Komunikasi Massa 
Secara Prinsip komunikasi massa mengandung suatu makna yang sama,bahkan antara definisi dengan definisi lainya yang dianggap saling melengkapi. Melalui definisi itu pula, kita dapat mengetahui karakteristik komunikasi massa. Karakteristik komunikasi massa adalah sebagai berikut : 

1. Pesan Bersifat umum 
Komunikasi massa itu bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok orang tertentu. Oleh karenanya, pesan komunikasi massa bersifat umum. 

Pesan komunikasi massa dapat berupa fakta, peristiwa atau opini namun, tidak semua fakta dan peristiwa yang terjadi di ekitar kita dapat dimuat dalam media massa. Pesan komunikasi massa yang dikemas dalam bentuk apa pun harus memenuhi kriteria penting atau menarik, atau penting sekaligus menarik, bagi sebagian besar komunikan. Dengan demikian,kriteria pesan yang penting dan menarik itu mempunyai ukuran tersendiri. 

2. Komunikator Terlembagakan 
Ciri komunikasi massa yang pertama adalah komunikatornya.Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa komunikasi massa itu menggunakan media massa, baik media cetak atau media elektronik. 

Komunikasi juga melibatkan lembaga, dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks. 


3. Komunikannya Anonim dan Heterogen 
Komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen. Sedangkan dalam komunikasi massa, komunikator tidak mengenal komunikan (anonym) karena,komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka. 

Di samping anonim, komunikan komunikasi massa adalah heterogen karena, terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda, yang dapat dikelompokkan berdasarkan factor: usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, latar belakang budaya, agama dan tingkat ekonomi. 

4. Media Massa Menimbulkan Kesempakan 
Kelebihan komunikasi massa dibandingkan dengan komunikasi laiinya adalah jumlah sasaran khalayak atau komunikan yang dicapainya relative banyak dan tidak terbatas. Bahkan lebih dari itu, komunikan yang banyak tersebut secara serempak pada waktu yang bersamaan memperoleh pesan yang sama pula. 

Effendy (2002) mengartikan kesempakan media massa itu sebagai keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah. 

5. Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan 
Salah satu prinsip komunikasi adalah bahwa komunikasi mempunyai dimensi isi dan dimensi hubungan (Mulyana,2000:99). Dimensi ini menunjukkan bagaimana cara mengantarkannya, yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu. 

Dalam konteks komunikasi massa, komunikator tidak harus selalu kenal dengan komunikannya, dan sebaliknya. Yang penting, bagaimana seorang komunikator menyusun pesan secara sistematis, baik, sesuai dengan jenis medianya, agar komunikannya bisa memahami isi pesan tersebut. 

6. Stimulasi Alat indraTerbatas 
Ciri komunikasi massa lainnya yang dapat dianggap salah satu kelemahannya, adalah stimulasi alat indra yang terbatas. Pada komunikasi antarpesona yang bersifat tatap muka, maka seluruh alat indra pelaku komunikasi,komunikator dan komunikan dapat digunakan secara maksimal. 

Kedua belah pihak dapat melihat,mendengar secara langsung, bahkan mungkin merasakan. Dalam komunikasi massa, stimulasi alat indra bergantung pada jenis media massa. 

Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat, pada radio siaran dan rekaman auditif khalayak hanya mendengar, sedangkan pada media televise dan film kita menggunakan indra penglihatann dan pendengaran. 

7. Komunikasi Bersifat Satu Arah 
Selain ada cirri yang merupakan keunggulan komunikasi massa dibandingkan dengan komunikasi lainnya, ada juga cirri komunikasi massa yang merupakan kelemahnnya. Karena komunikasinya melalui media massa, maka komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak langsung. Komunikator aktif menyampaikann pesan, komunikan pun aktif menerima pesan, namun diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog sebagaimana halnya terjadi dalam komunikasi atarpersona. 

Dengan kata lain,komunikasi massa itu bersifat satu arah. 

8. Umpan balik Tertunda Dan Tidak Langsung 
Feedback meruapakan factor penting dalam proses komunikasi antarpersona, komunikasi kelompok dan komunikasi massa. Efektifitas komunikasi seringkali dapat dilihat dari feedback yang disampaikan oleh komunikan. 

Dalam proses komunikasi massa, feedback bersifat tidak langsung dan tertunda. Artinya, komunikator komunikasi massa tidak dapat dengan segera mengetahui bagaimana reaksi khalayak terhadap pesan yang disampakaiannya. 

Peranan Komunikasi Massa 
Melalui komunikasi massa kita menjadi tahu berbagai macam informasi. 
Tak pelak lagi komunikasi melalui media massa dapat menembus kehidupan kita. Kita mendengarkan radio siaran ketika mengendarai mobil atau tinggal di rumah, membaca surat kabar pada pagi dan sore hari, menonton televisi pada malam hari, walaupun motif kita menerpakan diri oada isi media berbeda-beda. 

Gamble dan Gamble (2001) mengatakan, sejak lahir sampai meninggal,semua bentuk komunikasi memainkan manusia. Apa pun pekerjaan, kegiatan atau waktu luang seseorang, komunikasi merupakan salah satu faktor yang memiliki peranan dalam kehidupan mereka. 


Fungsi Komunikasi Massa Bagi Masyarakat 
Para pakar mengemukakan tentang sejumlah fungsi komunikasi,kendati dalam setiap item fungsi terdapat persamaan dan perbedaan. Pembahasan fungsi komunikasi tealh menjadi diskusi yang cukup penting, terutama konsekuensi komunikasi melalui media massa. Berikut fungi-fungi komunikasi massa tersebut: 

1. Entertainment (hiburan) 
Sulit dibantah bahwa pada kenyataannya, hampir semua komunikasi massa dilakukan melalui media,sedangkan media memiliki fungi hiburan. Televisi misalnya, televisi merupakan media massa yang mengutamakan sajian hiburan. Melalui berbagai macam program acara yang ditayangkan televise, khalayak dapat memperoleh hiburan yang dikehendakinya. 

2. Tranmission of values (penyebaran nilai-nilai) 
Fungi penyebaran nilai tidak terlalu terlihat. Fungsi ini juga disebut socialization (sosialisasi). Sosialisasi mengacu kepada cara, dimana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Komunikasi massa melalui media massa yang mewakili gambaran masyarakat itu ditonton, didengar dan dibaca. Media massa memperlihatkan kepada kita bagaimana mereka mewakili kita dengan model peran yang kita amati dan harapan untuk menirunya. 

3. Linkage (pertalian) 
Komuniasi massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membentuk linkage berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu. 

4. Interpertation (penafsiran) 
Fungsi penafsiran hampir mirip dengan fungsi pengawasan. Komunikasi massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting. Organisasi atau industri media memilih dan memutuskan peristiwa-peristiwa yang dimuat atau ditayangkan. 

5. Surveillance (pengawasan)
Fungsi pengawasan komunikasi massa dibagi dalam bentuk utama,yaitu; warning or beware surveillance (pengawasan peringatan), instrumental surveillance (pengawasan instrumental).

Fungsi pengawasan peringatan terjadi ketika media massa menginformasikan tentang ancaman dari angin topan, meletusnya gunung merapi, kondisi yang memperihatinkan, tayangan inflasi atau adanya serangan militer. Peringatan ini dengan serta merta dapat menjadi ancaman.

Fungsi pengawasan instrumental adalah penyampaian atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari.
komentar | | Read More...

Jenis Media Elektronik

Jenis Media Elektronik :1. Komputer dan Internet  :Internet berfungsi sebagai aspek komunikasi,penyedia informasi,dan fasilitas untuk promosi.Internet dapat menghubungkan kita dengan berbagai pihak di berbagai lokasi di seluruh dunia.Misalnya kita bisa kirim data atau surat dengan berbagai pihak diseluruh dunia dengan menggunakan fasilitas Electronic mail (E-mail). 

Selain fasilitas Electronic mail internet juga menyediakan fasilitas untuk berbincang yang dalam internet disebut chatting. Kemampuan internet lainnya adalah Usenet ,yaitu forum yang disediakan bagi pengguna internet untuk berbagi informasi dan pemikiran mengenai suatu topik melalui buletin elektronik. Dengan menggunakan forum ini,pengguna dapat mengirim pesan mengenai topik bersangkutan dan menerima tanggapan dari pihak lain. 

Internet terhubung dengan ratusan katalog perpustakaan,sehingga penggunaannya dapat meneliti ribuan data base yang terbuka untuk umum melalui jaringan tersebut yang disediakan oleh perusahaan atau pemerintah. Pengguna internet dapat mempergunakan informasi ini untuk berbagai keperluan bisnisnya, sehingga bisa mengetahui kondisi lingkungan termasuk pesaing dan perkembangan kepentingan para rekan bisnisnya. 

2. Film 
Film atau motion pictures ditemukan dari hasil pengembangan prinsip- prinsip fotografi dan proyektor. Film yang pertama kali diperkenalkan kepada publik Amerika Serikat adalah The Life of an American Fireman dan film The Great Train Robbery yang dibuat oleh Edwin S. Porter pada tahun 1903. 

Seperti halnya televisi siaran, tujuan khalayak menonton film terutama adalah ingin memperoleh hiburan. Akan tetapi dalam film dapat terkandung fungsi informatif maupun edukatif, bahkan persuasif. 

3. Televisi 
Sebagaimana radio siaran, penemuan televisi telah melalui berbagai eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan akhir abad 19 dengan dasar penelitian yang dilakukan oleh James Clark Maxwell dan Heinrich Hertz, serta penemuan Marconi pada tahun 1890. Paul Nipkow dan William Jenkins melalui eksperimennya menemukan metode pengiriman gambar melalui kabel. Televisi sebagai pesawat transmisi dimulai pada tahun 1925 dengan menggunakan metode mekanikal dari Jenkins. Pada tahun 1928 General Electronic Company mulai menyelenggarakan acara siaran televisi secara regular. Pada tahun 1939 

Presiden Franklin D.Roosevelt tampil di layar televisi. Sedangkan siaran televisi komersial di Amerika dimulai pada 1 September 1940. 
Fungsi televisi sama dengan fungsi media massa lainnya (surat kabar dan radio siaran), yakni memberi informasi, mendidik, menghibur dan membujuk. Tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada media televisi.

4. Radio Siaran : Perkembangan radio siaran khususnya di Indonesia, dimulai dari masa penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, zaman kemerdekaan dan zaman Orde Baru.

Radio memiliki fungsi kontrol sosial seperti surat kabar, disamping empat fungsi lainnya yakni member informasi, menghibur, mendidik dan melakukan persuasi. Kekuatan radio siaran dalam mempengaruhi khalayak sudah dibuktikan dari masa ke masa di berbagai negara.
komentar | | Read More...

Pengertian Pasar Modal

Penulis : Unknown on Wednesday, October 28, 2009 | 2:06 AM

Wednesday, October 28, 2009

Pasar Modal adalah wahana untuk mempertemukan pihak-pihak yang memerlukan dana jangka panjang dengan pihak yang memiliki dana tersebut yang diwujudkan dalam bentuk bentuk instrument keuangan yang dapat diperjualbelikan.

Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen keuangan jangka panjang seperti Obligasi, Saham dan lainnya.

Pengertian Pasar Modal Menurut Undang-Undang
Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan:
1. Penawaran umum dan perdagangan efek,
2. Perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya,
3. Lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek

Fungsi Pasar Modal
1. Sumber dana jangka panjang
2. Alternatif investasi
3. Alat restrukturisasi modal perusahaan
4. Alat untuk melakukan divestasi

Peran dan Manfaat Pasar Modal :
1. Pasar Modal merupakan wahana pengalokasian dana secara efisien. 
2. Pasar Modal sebagai alternatif investasi.
3. Memungkinkan para investor untuk memiliki perusahaan yang sehat dan berprospek baik. 
4. Pelaksanaan manajemen perusahaan secara profesional dan transparan.
5. Peningkatan aktivitas ekonomi nasional.

Penawaran Umum
Penawaran Umum adalah kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten (perusahaan) untuk menjual efek tersebut kepada masyarakat.

Proses Penawaran Umum
1. Pasar Perdana
o Penawaran efek oleh sindikasi penjamin emisi dan agen penjualan
o Penjatahan
o Penyerahan efek

2. Pasar Sekunder
o Emiten mencatatkan sahamnya di Bursa
o Perdagangan efek di Bursa

Jenis Pasar di Pasar Modal
1. Pasar Perdana (Primary Market/Penawaran Umum/Initial Public Offering)
2. Pasar Sekunder (Secondary Market)

Perbedaan antar Pasar Perdana dengan Pasar Sekunder
1. Pasar Perdana
o Harga saham tetap
o Tidak dikenakan komisi
o Hanya untuk pembelian saham
o Pemesanan dilakukan melalui agen penjualan
o Jangka waktu terbatas

2. Pasar Sekunder
o Harga berfluktuasi sesuai dengan kekuatan pasar
o Dibebankan komisi
o Untuk pembelian maupun penjualan saham
o Pemesanan dilakukan melalui anggota bursa
o Jangka waktu tidak terbatas

Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM)
Dalam Pasar Modal ada dikenal BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal). BAPEPAM memiliki tugas melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari kegiatan pasar modal

BAPEPAM bertujuan mewujudkan terciptanya kegiatan pasar modal yang teratur, wajar, dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat.

Wewenang BAPEPAM:
1. Memberikan izin usaha kepada:
o Bursa Efek,
o Lembaga kliring dan penjaminan,
o Lembaga penyimpanan dan penyelesaian,
o Reksa Dana,
o Perusahaan efek,
o Penasehat investasi,
o Biro administrasi efek,

2. Memberikan izin orang perseorangan bagi:
o Wakil penjamin emisi efek
o Wakil perantara perdagangan efek
o Wakil menejer investasi
o Wakil agen penjualan efek reksa dana

3. Memberikan persetujuan bagi Bank Kustodian
4. Melakukan pemeriksaan dan penyidikan
5. Menetapkan persyaratan dan tata cara pendaftaran
6. Mewajibkan pendaftaran kepada profesi penunjang pasar modal, yaitu:
o Notaris
o Konsultan Hukum
o Penilai
o Akuntan
o Wali Amanat

BAPEPAM mempunyai fungsi:
a. Menyusun peraturan di bidang pasar modal 
b. Menegakkan peraturan di bidang pasar modal
c. Pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha, persetujuan, pendaftaran, dari BAPEPAM dan pihak lain yang bergerak di pasar modal
d. Menetapkan prinsip keterbukaan
e. Penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek, LKP, dan LPP
f. Penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal
g. Pengamanan teknis pelaksanaan tugas pokok BAPEPAM sesuai dengan kebijaksanaan Menteri Keuangan.

Bursa Efek
Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk perdagangan efek.
Bursa efek sebenarnya sama dengan pasar lain, yaitu tempat dimana
bertemunya penjual dan pembeli. Hanya saja, di bursa efek yang diperdagangkan adalah efek-efek (surat berharga).

Pada saat ini di Indonesia ada 2 bursa efek yaitu :
· Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan
· Bursa Efek Surabaya (BES).

Kedua bursa masing-masing dijalankan oleh Perseroan Terbatas, PT Bursa Efek Jakarta dan PT Bursa Efek Surabaya.
Pemegang saham dari bursa efek adalah para pialang (broker) anggota bursa efek bersangkutan yang telah memperoleh izin usaha sebagai perantara perdagangan efek.

Peran Bursa :
a. Menyediakan semua sarana perdagangan efek (fasilitator)
b. Membuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan bursa
c. Mengupayakan likuiditas instrumen
d. Mencegah praktek-praktek yang dilarang bursa (kolusi, pembentukan harga yang tidak wajar, insider trading, dsb)
e. Menyebarluaskan informasi bursa (transparansi)
f. Menciptakan instrumen dan jasa baru

Kewajiban Bursa Efek
a. Menyerahkan laporan kegiatan kepada BAPEPAM.
b. Menetapkan peraturan mengenai keanggotaan, pencatatan, perdagangan, kesepadanan efek, kliring dan penyelesaian transaksi bursa, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan bursa.
c. Memiliki satuan pemeriksanaan.

Perusahaan Publik
Perusahaan Publik adalah perusahaan yang :
1. Sahamnya telah dimiliki oleh 300 pemegang saham atau lebih, dan
2. Memiliki modal disetor Rp 3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah) atau lebih

Emiten
Emiten adalah perusahaan yang menawarkan efeknya kepada masyarakat investor melalui penawaran umum. Efek yang telah dijual kepada investor di Pasar Perdana dapat diperjualbelikan kembali antar investor melalui Bursa Efek dimana efek tersebut tercatat (Pasar Sekunder)

Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP)
Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) adalah lembaga yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa.

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP)
Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) adalah lembaga yang menyelenggarakan kegiatan kustodian sentral di Bank Kustodian, perusahaan efek dan pihak lain.

Penjamin Emisi Efek
Penjamin Emisi Efek adalah perusahaan yang membuat kontrak dengan Emiten untuk melakukan penawaran umum bagi kepentingan Emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak terjual

Perantara Perdagangan Efek
Perantara Perdagangan Efek adalah perusahaan yang melakukan kegiatan usaha jual-beli efek untuk kepentingan sendiri atau pihak lain (nasabah).

Perantara Perdagangan Efek disebut juga Perusahaan Pialang.

Kustodian
Kustodian adalah perusahaan yang memberikan jasa :
· Penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek, serta jasa lain, termasuk menerima deviden, bunga dan hak-hak lain.
· Menyelesaikan transaksi efek.
· Mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

Biro Administrasi Efek
Biro Administrasi Efek adalah perusahaan yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan efek.

Wali Amanat
Wali Amanat adalah pihak yang mewakili kepentingan pemegang efek yang bersifat utang.

Pemeringkat Efek
Pemeringkat Efek adalah badan swasta yang melakukan pemeringkatan atas efek yang bersifat utang.
Tujuan pemeringkatan adalah untuk memberikan opini (independen, obyektif dan jujur) mengenai risiko suatu efek utang.

Manajer Investasi
Manajer Investasi adalah Pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan perundang-undangan yang berlaku.

Profesi Penunjang Pasar Modal
Profesi Penunjang Pasar Modal terdiri dari :
· Akuntan
· Konsultan Hukum
· Penilai
· Notaris, dan 
· profesi lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.

Untuk dapat melakukan kegiatan di bidang pasar modal, wajib terlebih dahulu terdaftar di BAPEPAM.
Persyaratan pendaftaran profesi penunjang pasar modal diatur dalam peraturan
BAPEPAM.

Tugas para Profesi Penunjang Pasar Modal :
1. Akuntan Publik bertugas :
o Melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan perusahaan dan memberikan pendapatnya.
o Memeriksa pembukuan apakah sudah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesiadan ketentuan BAPEPAM
o Memberikan petunjuk peaksanaan cara-cara pembukuan yang baik (apabila diperlukan).

2. Konsultan Hukum bertugas :
o Melakuan pemeriksaan secara menyeluruh dari segi hukum (Legal Audit)
o Memberikan pendapat dari segi hukum (Legal Opinion) terhadap emiten dan perusahaan publik.

3. Legal Audit bertugas :
o Akte pendirian berikut perubahannya
o Permodalan
o Perizinan
o Kepemilikan aset harus atas nama perusahaan
o Perjanjian dengan pihak ketiga baik dalam negeri maupun luar negeri
o Perkara baik perdata maupun pidana yang menyangkut perusahaan maupun pribadi direksi
o UMR
o AMDAL

4. Notaris bertugas :
o Membuat Berita Acara RUPS
o Membuat Akte Perubahan Anggaran Dasar
o Menyiapkan perjanjian-perjanjian dalam rangka emisi efek.

5. Penilai adalah pihak yang menerbitkan dan menandatangani Laporan Penilai yaitu pendapat atas nilai wajar aktiva yang disusun berdasarkan pemeriksaan menurut keahlian para penilai.
komentar | | Read More...
 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger